Internal Link adalah salah satu elemen SEO on-page yang paling sering diabaikan, padahal perannya sangat krusial. Tautan internal bertindak sebagai peta jalan di dalam situs Anda sendiri. Mereka membantu mesin pencari seperti Google untuk menjelajahi (crawl) dan memahami struktur hierarki konten Anda. Bahkan, tautan internal mendistribusikan “kekuatan” atau link equity antar halaman. Jika Anda mengoptimalkannya dengan benar, Anda dapat meningkatkan visibilitas halaman-halaman penting. Akan tetapi, jika Anda melakukan kesalahan, Internal Link justru dapat merusak peringkat SEO Anda secara keseluruhan.
Banyak pemilik situs web dan praktisi SEO fokus pada link building eksternal yang mahal. Sebaliknya, mereka melupakan harta karun yang sudah mereka miliki: kemampuan untuk mengontrol penuh struktur internal mereka. Kesalahan dalam strategi Internal Link dapat menyebabkan masalah serius. Masalah tersebut termasuk anggaran crawl yang terbuang sia-sia dan halaman penting yang tidak pernah terindeks (orphan pages). Artikel ini akan mengupas tuntas kesalahan-kesalahan fatal yang harus Anda hindari. Kami juga memberikan langkah-langkah praktis untuk memulihkan dan mengoptimalkan struktur tautan internal Anda.
Kegagalan Struktur Internal Link: Merusak Distribusi Kekuatan

Struktur Internal Link yang buruk adalah penyebab utama kegagalan SEO. Ini memengaruhi bagaimana link equity didistribusikan dari halaman berkekuatan tinggi ke halaman yang membutuhkan dorongan peringkat.
Struktur Datar dan Silo yang Kacau
Website dengan struktur datar (flat structure) adalah masalah umum. Dalam struktur datar, semua halaman tertaut hanya ke halaman beranda. Alhasil, kekuatan dari homepage tidak mengalir secara efisien ke halaman-halaman sub-topik. Sebaliknya, Anda harus menerapkan struktur silo yang logis. Struktur silo mengelompokkan konten berdasarkan topik utama.
Misalnya, halaman utama (Halaman Induk) tentang “Digital Marketing” harus menautkan ke sub-topik (Halaman Anak) seperti “SEO,” “Iklan Digital,” dan “Media Sosial.” Selanjutnya, semua halaman di bawah silo “SEO” hanya menautkan satu sama lain. Strategi ini membantu Google memahami kedalaman dan relevansi otoritas Anda pada topik spesifik tersebut. Dengan demikian, link equity dapat mengalir secara terarah dan maksimal.
Tidak Ada Tautan ke Halaman Penting (Orphan Pages)
Orphan pages adalah halaman yang ada di situs Anda tetapi tidak menerima satu pun Internal Link dari halaman lain. Oleh sebab itu, Google tidak dapat menemukan halaman ini dengan mudah. Halaman tersebut hampir mustahil untuk mendapatkan peringkat.
Anda harus secara rutin mengaudit situs Anda. Tepatnya, Anda perlu mengidentifikasi halaman-halaman yang tidak memiliki tautan masuk. Setelah Anda menemukannya, segera perbaiki. Hubungkan halaman penting tersebut ke dalam struktur navigasi yang relevan. Halaman blog dengan performa tinggi adalah sumber daya yang sempurna. Karena itu, gunakanlah untuk menautkan ke halaman produk atau layanan utama Anda.
Kesalahan Fatal dalam Anchor Text Internal Link
Anchor text adalah teks yang Anda gunakan untuk tautan. Anchor text memberikan sinyal relevansi yang kuat kepada Google tentang topik halaman tujuan. Namun, kesalahan dalam penggunaan anchor text dapat menyebabkan over-optimization atau kehilangan sinyal sepenuhnya.
Anchor Text yang Terlalu Umum (Misalnya: “Klik Di Sini”)
Banyak website menggunakan anchor text yang generik, seperti “baca selengkapnya,” “selengkapnya,” atau “klik di sini.” Pasalnya, teks ini tidak memberikan nilai SEO. Google tidak tahu topik apa yang diwakili oleh tautan tersebut.
Anda harus menggunakan anchor text yang deskriptif dan kontekstual. Jika Anda menautkan ke artikel tentang “riset kata kunci,” gunakanlah frasa seperti “panduan riset kata kunci” atau “strategi riset kata kunci terbaik” sebagai anchor text. Penggunaan anchor text yang tepat memperkuat relevansi halaman tujuan.
Anchor Text yang Terlalu Banyak Kata Kunci (Over-Optimization)
Di sisi lain, praktik yang terlalu agresif juga berbahaya. Praktik ini adalah menggunakan exact match keyword yang sama berulang kali sebagai anchor text untuk satu halaman. Terlebih lagi, Google dapat melihat ini sebagai manipulasi.
Sebaliknya, gunakan variasi frasa kunci dan sinonim. Misalnya, jika halaman target Anda tentang “Internal Link,” Anda bisa menggunakan anchor text seperti “tautan internal,” “strategi link internal,” atau “optimasi tautan situs.” Sebab, diversifikasi ini penting. Diversifikasi membuat tautan Anda terlihat alami dan mencegah hukuman algoritma Google.
Masalah Teknis dan Kualitas Internal Link yang Terabaikan

Aspek teknis dari Internal Link sering kali terabaikan, padahal hal ini secara langsung memengaruhi crawl budget dan pengalaman pengguna (UX).
Menggunakan Terlalu Banyak Tautan pada Satu Halaman
Meskipun tidak ada batas mutlak, memiliki ratusan tautan pada satu halaman dapat melemahkan link equity yang diteruskan ke setiap tautan. Selain itu, ini juga dapat mengganggu fokus Googlebot. Secara umum, jaga jumlah tautan internal dalam batas yang masuk akal (misalnya, di bawah 100 tautan untuk halaman blog biasa). Prioritaskan tautan yang paling penting dan relevan.
Link Rusak dan Rantai Pengalihan (Redirect Chains)
Tautan internal yang rusak (broken links, 404 error) menciptakan jalan buntu. Jalan buntu ini menghabiskan anggaran crawl Anda dan merusak pengalaman pengguna. Demikian pula dengan rantai pengalihan (redirect chains). Rantai pengalihan memaksa Googlebot melewati dua atau lebih tautan sebelum mencapai tujuan akhir. Anda harus menghindari rantai pengalihan. Jadinya, pastikan tautan internal selalu mengarah langsung ke URL yang disukai (final destination).
Memperbaiki dan Mengukur Efektivitas Struktur Internal Link
Perbaikan Internal Link adalah proses berkelanjutan. Anda harus menjadwalkan audit rutin untuk mempertahankan manfaat SEO.
Audit Link Rusak dan Perbaikan Cepat
Gunakan tool SEO untuk mengidentifikasi semua broken links (404) dan redirect chains (301/302) pada situs Anda. Perbaiki tautan yang rusak dengan mengarahkannya ke halaman yang masih hidup atau yang paling relevan. Juga, sederhanakan redirect chains dengan mengarahkan tautan langsung ke URL terakhir. Dengan begitu, tindakan ini secara instan akan membebaskan crawl budget Anda.
Optimasi Lanjutan dan Langkah Berikutnya
Setelah perbaikan dasar, fokuslah pada optimasi tingkat lanjut. Tingkatkan tautan internal ke halaman-halaman yang peringkatnya stagnan. Pastikan semua halaman pillar content Anda menerima tautan terbanyak. Tentunya, ini akan memperkuat otoritas halaman tersebut.
Memahami dan memperbaiki kesalahan Internal Link adalah investasi yang menghasilkan imbalan SEO besar tanpa biaya iklan tambahan.
Jika Anda memerlukan tool untuk menganalisis dan memperbaiki ratusan tautan yang rusak secara efisien, atau ingin panduan web audit yang lebih mendalam, kunjungi website Bissmedia. Mulailah mengoptimalkan link equity Anda hari ini!